Permintaan bumbu rujak buatan Ciherang, Banjaran, Kabupaten Bandung, yang berciri khas aroma dan rasa kecombrang atau honje pada musim haji tahun ini meningkat hingga mencapai tiga kwintal atau lebih dari 576 toples dengan pelanggan yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jakarta.Pemilik "Rudjak Ciherang", Wida, di Banjaran, Selasa, menjelaskan Perhitungan tiga kwintal ini berdasarkan banyaknya rebusan gula aren yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan bumbu rujak yang dicampur dengan cabe rawit, asam, garam dan combrang atau honje. "Para pembeli biasanya datang langsung ke tempat penjualan atau melakukan pemesanan lewat telepon kepada pengelola untuk membeli bumbu rujak seharga Rp18ribu per toplesnya," kata Wida.
Bumbu rujak yang awet disimpan hingga tiga bulan ini seringkali dijadikan salah satu cemilan oleh para jemaah haji asal Indonesia untuk dibawa ke tanah suci sehingga penjualan pada bulan musim haji seringkali meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. "Kalau menurut pengalaman pembeli, campuran buah yang dimakan bersama bumbu rujak yang kental beraroma combrang ini biasanya apel karena di sana jarang sekali buah-buahan seperti bengkuang, ubi ataupun nanas," ujarnya.
Wida menuturkan tradisi membawa bumbu rujak Ciherang ini telah berlangsung sejak 1980-an namun jumlahnya tidak mencapai satu kwintal. "Mungkin zaman dulu rute perjalanan ke sini masih harus ditempuh jauh karena sulitnya transportasi," katanya.Ia menjelaskan penjualan bumbu rujak ini mengalami masa keemasannya memasuki pertengahan 70-an hingga penjualannya semakin meningkat. "Tidak hanya pada masa musim haji, saat liburan pasti penjualan meningkat hingga mencapai satu kwintal pada setiap hari minggu," katanya.Namun Wida mengakui penjualan turun drastis memasuki musim penghujan jika dibandingkan dengan musim kemarau. "Omset penjualan kami akan turun tajam jika masuk musim hujan seperti sekarang ini," katanya.Menurut pemilik lainnya, Gina, usaha penjualan bumbu rujak ini telah dilakoni keluarganya sejak 1925 atas inisiatif buyutnya, Ma Mpeh. "Ma Mpeh dulu berjualan rujak keliling dan membuka usahanya di rumah gubug," katanya. "Namun kini, rumah gubug tersebut sudah berubah bentuk menjadi bangunan permanen seperti sekarang," katanya. "Rudjak Ciherang" yang kini dalam pengelolaan empat orang cucu Ma Mpeh ini telah membuka cabang di dua tempat yaitu di Warung Lobak, Soreang, dan Jalan Raya Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Komposisi : gula aren, asam jawa, garam, combrang, cabe.
Depkes P-IRT No.211320401545 MUI-JB 01061056250111
Harga : Rp.36.500/toples
Depkes P-IRT No.211320401545 MUI-JB 01061056250111
Harga : Rp.36.500/toples


No comments:
Post a Comment